TEL-U GELAR ABDIMAS TENTANG LITERASI DIGITAL ANTI KBGO

TEL-U GELAR ABDIMAS TENTANG LITERASI DIGITAL ANTI KBGO

Tim kolaborasi internal dosen-dosen dari Prodi S1 Ilmu Komunikasi (Fakultas Komunikasi dan Bisnis) dengan Prodi S2 desain dan S1 Desain Komunikasi Visual (Fakultas Industri Kreatif) Telkom University menjalin kerjasama dengan Sekolah Guru Indonesia (SGI) untuk mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan mengusung agenda ‘Pembuatan Konten Kampanye Edukasi Anti Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)’.

Kegiatan PKM yang terdiri dari 3 (tiga) tim internal yang masing-masing diketuai oleh Ibu Alila Pramiyanti, Ph.D, Ibu Dr. Iis Kurnia N., dan Ibu Dr. Ira Wirasari ini dilakukan untuk menginisiasi kegiatan online campaign sebagai bentuk edukasi seksual dan literasi digital untuk mencegah perlakukan KGBO yang seringkali dialami oleh generasi muda yang masih duduk di bangku sekolah. Kegiatan PKM ini sendiri menjalin kerjasama dengan SGI karena, sebagai lembaga pengkaderan kepemimpinan guru, SGI memiliki komitmen untuk pemberdayaan dan peningkatan kualitas guru. Dengan demikian, guru-guru yang dikader oleh SGI ini diharapkan mampu meneruskan informasi mengenai Anti KGBO ini melalui materi pembelajaran di sekolah.

Sebagai upaya memahami situasi dalam merancang kampanye anti KGBO ini, tim PKM terlebih dahulu menyebarkan kuesioner kepada masyarakat sasar dan menemukan beberapa isu KGBO yang paling seringkali dialami oleh siswa-siswi, beberapa di antaranya adalah sexting, cyberstalking, dan malicious distribution. Selaras dengan hasil tersebut, kegiatan PKM ini juga mengadakan focus group discussion (FGD) dengan SGI yang diwakili oleh Bapak Ervan Jaya dan tim, dan akhirnya memilih isu sexting sebagai pesan utama yang akan disampaikan dalam kampanye. Sexting itu sendiri merupakan hal yang jamak dilakukan oleh remaja masa kini dan merupakan bentuk KGBO yang dapat diartikan sebagai kegiatan mengirim, menerima, atau menyebarkan dan mempertontonkan pesan-pesan maupun gambar yang bersifat seksual melalui platform internet maupun ponsel.

Dalam merancang konten kampanye anti KGBO ini, tim kolaborasi dari kedua program studi bekerja sama dalam merancang pesan dan menciptakan karakter-karakter animasi yang nantinya akan digunakan sebagai tokoh utama kampanye ini. Karakter animasi ini sendiri diasosiasikan dengan relasi antara orangtua (ayah dan ibu) dan anak (baik laki-laki maupun perempuan), dengan alasan bahwa kehidupan remaja sangat rentan menjadi korban KGBO dan masih membutuhkan campur tangan dari keluarga (khususnya orangtua) untuk memandu dan mengarahkan anak dalam kehidupan sosialnya. Dengan pesan yang seperti ini, kampanye anti KGBO ini diharapkan menjadi ruang interaksi antara guru, orangtua, dan siswa, untuk memastikan bahwa siswa-siswi dapat menjalin interaksi sosial yang sehat di ruang virtual.

Kegiatan PKM ini sendiri mendukung Tujuang Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) mengenai Kesetaraan Gender, dan kedepannya diharapkan menjadi kegiatan berkesinambungan untuk mensosialisasikan konten kampanye anti KGBO demi mewujudkan masyarakat yang terliterasi dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *