Edukasi dan Sosialisasi Literasi Digital pada Pelaku Usaha Produktif di Kalangan Majelis Taklim An-Nur, Cibiru-Bandung

Adaptasi merupakan kunci dari ketahanan bisnis yang maksimal. Dalam beberapa jurnal, terdapat istilah creative disruption, yaitu sebuah konsep yang menjelaskan bahwa teknologi “lama” akan terganti dengan teknologi yang lebih “baru”. Pola ini membuat tuntutan untuk terus menjadi “kreatif” dan “inovatif” menjadi sebuah pilihan yang tidak tergantikan. Termasuk dalam memahami pola bisnis yang terjadi di Indonesia, dengan adanya fenomena pertumbuhan start-up, e-Commerce, dan media sosial, masyarakat harus beradaptasi supaya tidak mengalami disruption dan ketertinggalan dalam mengejar kecepatan zaman.

Untuk mendukung adaptasi ini maka diperlukannya pemberdayaan masyarakat sebagai upaya yang dilakukan guna memfasilitasi ketercapaian tujuan untuk membawa masyarakat menuju suatu keberlanjutan secara ekonomi di era globalisasi saat ini terutama pada pelaku usaha produktif mikro ini. Gambaran mikro yang menjadi pijakan bisa berawal dari penyikapan individu akan keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti yang dilakukan oleh Tim Dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi yaitu Nofha Rina, S.Sos, M.Si dan Dr. Lucy Pujasari Supratman, M.Si dari Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Telkom University melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) yang mengusung tema “Edukasi dan Sosialisasi Literasi Digital Pada Pelaku Usaha Produktif Di Kalangan Majelis Taklim An-Nur, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

 

Sosialisasi ini dihadiri oleh para pelaku usaha produktif dari Majelis Taklim An-Nur yang berjumlah 30 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi ini. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini sangat terkait dengan konten edukasi literasi digital pada pelaku usaha rumahan yang produktif dalam menghasilkan produk hasil rumah tangga yang telah dipasarkan baik di wilayah kecamatan Cibiru ataupun di Kota Bandung dan sebagian besar peserta sangat tertarik dengan konten materi yang disampaikan. Salah satu contoh konten literasi digital yang ditampilkan dalam kegiatan sosialisasi ini terkait dengan pemanfaatan media digital guna memenuhi kebutuhan akan informasi atas pengembangan produk rumah tangga, pemasaran dan respon khalayak akan hasil produk yang dipasarkan.

Adapun hasil yang diperoleh dalam kegiatan abdimas ini disimpulkan bahwa  hal yang jauh lebih penting terkait dengan edukasi literasi digital adalah pemahaman para pelaku usaha akan keberadaan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan berbagai jenis media dan kanalnya. Hasilnya menunjukkan masih terdapat keterbatasan para pelaku usaha akan arti penting pemanfaatan media yang ada. Kecenderungan media yang mereka gunakan untuk mengakses informasi adalah handphone, akan tetapi ketika fasilitas ini terhubung dengan jaringan internet, para pelaku usaha belum dapat memanfaatkan secara maksimal. Mereka mengakses program seperti facebook, whatsapp, dan instagram terbatas untuk mengisi waktu luang untuk memperoleh hiburan.

Perkembangan media digital yang membawa dampak perubahan pada berbagai bidang kehidupan ini membawa konsekuensi bagi kesiapan sumber daya manusia untuk mengiringi laju perkembangannya dan dibutuhkan upaya untuk mengantisipasi dampak yang bersifat negatif. Literasi digital  dilakukan sebagai upaya membangun pemahaman dalam tataran pengembangan sumber daya manusia terkait dengan pemahaman akan keberadaan media digital. Selain pada tataran aspek kognitif, upaya yang dilakukan hingga pada implementasi pemanfaatan media digital secara praktis ke arah yang positif. Kontribusi kegiatan abdimas ini berupa masukan kebijakan mengenai gerakan yang dilakukan dengan menempatkan kelompok sasaran (para pelaku usaha) sebagai subjek dalam kegiatan yang terus berjalan.

Share with:
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *